Jakarta, 05 Januari 2026 – Hari pertama perkuliahan usai libur Tahun Baru di Universitas Tanri Abeng (TAU) dibuka dengan agenda penting: serah terima jabatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2024–2025 kepada kepengurusan baru 2025–2026. Mengusung tema “Regenerasi dalam Harmoni dan Tanggung Jawab”, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan mahasiswa sekaligus harapan baru bagi kemajuan UKM di TAU.
Acara dihadiri Rektor TAU Prof. Suyanto, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Li. A. Hairul Umam, serta para ketua UKM periode sebelumnya dan ketua UKM terpilih periode terbaru. Suasana kegiatan terasa hangat namun penuh makna, menegaskan bahwa regenerasi bukan sekadar pergantian nama, melainkan kesinambungan tanggung jawab dan arah kerja organisasi.
Dalam sambutannya, Prof. Suyanto menekankan pentingnya kegiatan kemahasiswaan sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Menurutnya, regenerasi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Ia juga menyampaikan bahwa TAU saat ini memiliki tujuh UKM yang diharapkan terus berkembang dan mampu mengukir prestasi.
“Ke depan, UKM di TAU diharapkan bisa berkolaborasi dengan pihak luar dan berkontribusi lebih besar untuk meningkatkan prestasi universitas,” ujar Prof. Suyanto. Ia juga mengungkap rencana untuk menghadirkan pemilihan UKM produktif dan berprestasi, agar setiap UKM terpacu memaksimalkan potensi anggotanya serta mampu tampil dan mengharumkan nama baik TAU.
Senada dengan itu, Dr. Li. A. Hairul Umam menyampaikan bahwa tahun baru semestinya menjadi momentum menghadirkan semangat dan inisiatif baru. Ia mengingatkan bahwa eksistensi organisasi harus terus dihidupkan, tidak hanya lewat aktivitas, tetapi juga melalui dokumentasi dan publikasi yang baik.
“Setiap kegiatan perlu diketahui publik. Jejak digital penting, karena itu media sosial setiap UKM harus dihidupkan dan disesuaikan dengan perkembangan,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa kunci organisasi terletak pada inisiatif—semakin sering UKM maupun individu tampil, semakin kuat pula rasa percaya diri. Dengan masa menjadi aktivis yang relatif singkat, ia mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tampil, berjejaring, dan berprestasi seluas-luasnya.
Dr. Li. A. Hairul Umam, selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni menyatakan, tahun baru diawali dengan semangat baru, inisiatif baru dan harapan yang jauh dari sebelumnya. Eksistensi kegiatan harus dihidupkan, setiap kegiatan butuh diketahui oleh publik dengan adanya jejak digital, oleh karena itu media sosial di setiap UKM agar bisa dihidupkan dan disesuaikan dengan perkembangan. Kunci dalam organisasi terletak pada inisiatif dalam setiap kegiatan, semakin sering UKM maupun individu sering tampil maka akan semakin percaya diri. Karena menjadi aktivis durasinya sangat singkat dan di dalam waktu yang singkat ini agar setiap delegasi bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya, apabila masanya sudah habis maka pemimpin harus mengestafetkan role selanjutnya.
Menutup pesannya, Dr. Umam mengingatkan filosofi estafet kepemimpinan: “Setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya.” Ketika waktunya selesai, pemimpin harus siap menyerahkan peran kepada penerus berikutnya demi keberlanjutan organisasi.
Rangkaian kegiatan serah terima jabatan ditutup dengan pembacaan sumpah jabatan ketua UKM dan penandatanganan surat resmi kepengurusan UKM periode 2025–2026. Sebanyak tujuh UKM resmi dilantik pada periode ini yaitu Islamic Youth Development (IYD), Christian Youth Develoment (CYD), Apollo Dance, Band, Basket, Futsal dan E- Sport.
Melalui pelantikan kepengurusan baru, TAU berharap seluruh UKM dapat menghidupkan kembali program kerja, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan prestasi yang membawa nama universitas semakin dikenal. Regenerasi pun bukan hanya pergantian jabatan—melainkan awal perjalanan baru, dalam harmoni dan tanggung jawab.
Dokumentasi Terlampir :


