Jakarta, 01 November 2025 – Himpunan Mahasiswa di bawah Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) Tanri Abeng University menyelenggarakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa dengan tema “Integrasi Teknologi, Empati, dan Strategi”. Kegiatan ini melibatkan empat Program Studi yaitu Arsitektur, Sistem Informasi, Teknik Informatika, dan Teknik Sipil. Kolaborasi lintas prodi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat identitas sebagai satu kesatuan yang solid, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendorong mahasiswa untuk saling mengenal, berkolaborasi, dan berbagi perspektif lintas disiplin ilmu.

Dalam sambutan pembuka, Dekan FTT, Dipl.-Ing. Firmansyah Bachtiar, menyampaikan bahwa Latihan Kepemimpinan Mahasiswa ini merupakan kegiatan perdana yang sepenuhnya diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa FTT. Ia menegaskan bahwa ruang perjumpaan seperti ini penting untuk membangun pemahaman karakter antar mahasiswa, memperkuat rasa memiliki terhadap fakultas, dan menjadi fondasi bagi lahirnya program-program berkelanjutan yang digerakkan langsung oleh mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya aktif sebagai peserta, tetapi juga sebagai perancang, pelaksana, dan penggerak perubahan di lingkungan kampus.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Li. A. Hairul Umam, M.Hum., dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan panitia dan peserta dari empat prodi, serta dukungan organisasi kemahasiswaan seperti BEM dan SEMA. Ia menekankan bahwa kepemimpinan mahasiswa bukan hanya diukur dari jabatan, melainkan dari kesungguhan mengembangkan diri di bidang akademik dan nonakademik. Keterlibatan aktif dalam kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, sensitivitas sosial, serta kemampuan bekerja dalam tim yang profesionalk.

 

Rektor Tanri Abeng University, Prof. Dr. Suyanto, M.M menambahkan pesan inspiratif mengenai karakter dasar seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin adalah mereka yang memiliki etos disiplin, kebiasaan berpikir maju, dan kemauan untuk melakukan lebih dari yang lain. Ia menegaskan bahwa manfaat Latihan Kepemimpinan ini mungkin tidak langsung terasa saat ini, tetapi akan menjadi modal penting ketika para mahasiswa memasuki dunia profesional dan menjadi pengambil keputusan di masa depan.

Melalui rangkaian sesi materi, diskusi, simulasi, dan kerja kelompok lintas prodi, permaiana, kegiatan ini dirancang untuk membentuk pemimpin muda yang cakap secara intelektual, peka secara sosial, melek teknologi, dan mampu merumuskan strategi kolaboratif. Latihan Kepemimpinan ini juga diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang melahirkan generasi pemimpin yang kritis, empatik, visioner, dan siap menginspirasi perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.