skip to Main Content
(+62) 8123 729 0009 | (+62) 21 5890 8888 admission@tau.ac.id Sistem Informasi Akademik
Orientasi Hari Kedua Mahasiswa Baru TAU

Orientasi Hari Kedua Mahasiswa Baru TAU

Orientasi bagi mahasiswa baru TAU berlanjut di hari kedua, 8 September 2018. Tema Dare To Be Different dipilih agar mahasiswa tidak takut tampil berbeda. Acara yang dilaksanakan di Ballroom TAU ini dibuka oleh A. Hairul Umam, H.Hum, selaku Ketua Bagian Kemahasiswaan TAU yang menjelaskan tentang life mapping untuk mempermudah tujuan hidup. Misal, jika ingin bercita-cita menjadi pengusaha, maka life mapping mempermudah langkah-langkah selama lima tahun ke depan yang harus dilakukan untuk mencapainya. Life mapping berarti membuat jadi detail mimpi kecil sampai yang terbesar.

Acara berikutnya adalah pemilihan ketua angkatan dari mahasiswa batch 7 TAU yang baru masuk. Dari lima orang kandidat, Pramatatya Mahandani Arinta dari jurusan Administrasi Bisnis terpilih menjadi ketua angkatan. Selamat Pramatatya! Masa muda sebagai mahasiswa seharusnya dihabiskan dengan aktivitas yang berfaedah karena kampus merupakan lading untuk belajar. Jangan sampai jadi kupu-kupu, yaitu kuliah pulang. Pesan ini disampaikan oleh M. Fikri Nurfadilah, mahasiswa dari batch 4.

 

Amazing Race jadi acara seru selanjutnya. Para mahasiswa baru dibagi kelompok dan diminta mencari petunjuk di pos-pos yang sudah disediakan di TAU. Dalam tugas kelompok berikutnya, masing-masing diberi kertas karton untuk menuliskan hal-hal tentang kewarganegaraan. Contoh tulisan yang mengemuka di antaranya, tentang makanan, budaya, poitik dan nasionalisme.

 

Acara berikutnya tidak kalah seru, tiap kelompok diminta menunjukkan bakatnya, seperti drama atau menyanyi. Kemudian para mahasiswa baru diberikan penghargaan melalui gelar-gelar unik dari panitia. Contoh, Terniat (karena datang paling pagi), Teraktif, Terame, Tereksis (gemar bertanya), Termager (paling santai). Panitia pun menerima gelar dari para mahasiswa baru, yaitu, Terbaik, Tergalak, Tersok Asyik, Terganteng, Tercantik, Termanis.

 

Setelah dilakukan evaluasi antara panitia dan peserta, mendadak lampu ruangan ballroom TAU menjadi gelap. Narasi terdengar dari panggung tentang pentingnya menjadi keluarga dalam kampus TAU. Tiba-tiba suara musik berdentum. Lalu puluhan balon-balon LED warna-warni berjatuhan dari lantai atas. Panitia dan mahasiswa pun berbaur bergembira dalam nuansa yang hangat seraya menikmati suasana pendar-pendar cahaya di kegelapan. Acara kemudian ditutup dengan pidato oleh Vice Rector Academics, Prof. Dr. Muh. Nur Sadik, MPM.