skip to Main Content
(+62) 8123 729 0009 | (+62) 21 5890 8888 admission@tau.ac.id
Jangan Percaya! 7 Mitos Kuliah Online Ini Ternyata Salah Besar

Jangan Percaya! 7 Mitos Kuliah Online Ini Ternyata Salah Besar

Sudah lewat masanya kita harus bangun pagi, susah payah menembus macet demi mengikuti kelas. Bayangkan pada tahun 1728, sistem kelas jarak jauh sudah melalui korespondensi surat menyurat sudah dimulai oleh Caleb Phillips yang memberikan kursus menulis stenografi. Enggak heran era digital sekarang, perkuliahan menggunakan sistem online semakin berkembang. Tapi banyak orang masih meragukan kuliah online, terutama dari segi kualitas. Berikut 7 mitos kuliah online ini ternyata salah besar:

 

Mitos 1: Kuliah online itu mudah

Fakta: Materi yang diajarkan di kuliah online dan konvensional sebenarnya sama. Hanya saja cara penyampaiannya yang berbeda. Meskipun kuliah online memberikan fleksibilitas bagi mahasiswanya, tetap ada tantangan yang harus dihadapi. “Kuliah online mengharuskan mahasiswa mengatur dirinya daripada kuliah tradisional,” ujar Marci Grant, direktur Center for Distance and eLearning dari Southwestern Oklahoma State University. Kuliah online juga tetap memakan waktu yang sama dengan menghadiri kelas di sistem pendidikan tradisional. Tapi tanpa harus jauh-jauh datang ke kampus.

 

Mitos 2: Kredit online tidak bisa ditransfer ke institusi pendidikan lain

Fakta: Problem transfer kredit ke institusi pendidikan lain sebetulnya juga bisa dialami oleh mahasiswa yang menjalani perkuliahan tatap muka. Jadi ini bukan problem eksklusif milik sistem kuliah online. Sehingga tugas utama kita adalah memastikan institusi pendidikan yang menyelenggarakan kuliah online berkualitas baik dan ijazah yang dikeluarkan diakui oleh pemerintah setempat.

Mitos 3: Kuliah online tidak terakreditasi

Fakta: Lagi-lagi sama seperti perkuliahan tradisional, akreditasi pada kuliah online bervariasi tergantung pada institusi pendidikannya. Negara Australia termasuk yang cukup ketat menyeleksi institusi pendidikan yang ingin menyelenggarakan sistem kuliah online. Contoh, kita bisa mengecek apakah institusi tersebut masuk dalam Registered Training Organization yang diawasi oleh pemerintah Australia secara berkala.

 

Mitos 4: Bisa menunda-nunda pekerjaan

Fakta: Prokrastinasi dalam kuliah online justru memberikan lebih banyak masalah daripada kelas tradisional. Ketika kita menjadi mahasiswa kelas online, maka harus mandiri, punya motivasi kuat dan displin. Deadline tugas dan tes akan tetap ada seperti kelas biasa. Jadi kita yang harus mengatur jadwal dan bertanggung jawab.

 

Mitos 5: Tidak ada perhatian dari pengajar

Fakta: Banyak pelajar yang justru merasa lebih diperhatikan saat mengikuti kuliah online daripada di kelas tradisional. Umumnya para pengajar akan log in setiap hari untuk mengecek pertanyaan, tugas atau masalah yang dihadapi muridnya. Ini akan sangat membantu bagi para murid yang cenderung pemalu dan sungkan bertanya pada pengajar di situasi tatap muka.

 

Mitos 6: Bisa beralasan komputer sedang rusak

Fakta: Lalai mengerjakan tugas dengan alasan komputer rusak tidak akan diterima oleh pengajar. Ada teknologi cloud atau hard drive tempat menyimpan file. Murid yang berdedikasi tinggi akan selalu menemukan cara agar tidak lewat tenggat waktu tugas.

 

Mitos 7: Kualitas lebih jelek

Fakta: Ramin Sedehi, direktur Higher Education Consulting dari Berkeley Research Group mengatakan pengajaran yang terjadi di kuliah online bahkan lebih baik daripada kuliah tradisional. “Pengajar harus berkomunikasi secara berbeda. Bahkan sebagian pengajar merasa harus berusaha lebih keras dan efektif sehingga menempa mereka menjadi lebih baik.”

 

Ternyata banyak mitos kuliah online yang sebenarnya salah besar. Tanri Abeng University bekerjasama dengan Australian Institute of Business, Management and Leadership menyelenggarakan program diploma e-learning yang memberikan banyak keuntungan. Gelar diploma e-learning yang diperoleh sudah diakui oleh pemerintah Australia dan setara dengan tahun pertama kuliah di negara tersebut. Kita pun bisa masuk ke RMIT University yang didapuk sebagai salah satu dari tiga kampus terbaik di Australia yang berusia kurang dari 50 tahun. Info lebih lanjut, download brosur beserta harga diploma e-learning-nya di sini.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *